http://e-jurnal.staiattanwir.ac.id/index.php/jpgmi/issue/feed SALIMA: Jurnal Pendidikan Guru MI 2021-03-19T15:18:28+00:00 Open Journal Systems http://e-jurnal.staiattanwir.ac.id/index.php/jpgmi/article/view/52 PENERAPAN BLANDED LEARNING PADA SISWA SEKOLAH DASAR: SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19 2021-03-19T14:50:28+00:00 Dwi Indah Nursita dwiindah1074@gmail.com <p><em>Laju penyebaran virus covid-19 ini sangat cepat sehingga berdampak pada dunia pendidikan yang mengharuskan pemerintah mengambil tindakan yaitu dengan diterapkannya pembelajaran dari rumah. Pemerintah menyarankan bersekolah dari rumah secara online/daring bagi sekolah/madrasah atau perguruan tinggi. Dalam hal ini sekolah menerapkan sebuah pembelajaran yang berbeda dari sebelumnya sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dimasa pandemi covid-19 ini yaitu dengan menerapkan blanded learning. Penelitian ini menggunakan metode deskrtiptif kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan </em>tentang bagaimana penerapan <em>blanded learning</em> pada siswa sekolah dasar sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di masa pandemic covid-19 ini<em>. Kemudian diperoleh hasil bahwa </em><em>dengan kondisi pandemic covid-19, sesuai himbauan pemerintah yang melarang siswa untuk masuk ke sekolah, maka </em><em>kombinasi pembelajaran blended learning yang sesuai digunakan 25% pembelajaran tatap muka dan 75% pembelajaran online melalui media whatsapp.</em><em> Kemudian untuk pembelajaran tatap muka, guru membagi kelompok belajar dan sesekali guru mengunjungi rumah siswa secara bergiliran dengan dihadiri satu kelompok belajar namun dengan waktu yang singkat dan tetap menerapkan protokol kesehatan. </em><em>Dengan diterapkannya blanded learning maka pembelajaran selama pandemic covid-19 ini tetap bisa berjalan dengan baik dan siswa dapat menuntaskan pembelajaran dengan baik pula sehingga kualitas pembelajaran selama pandemic covid-19 tetap baik.</em></p> 2021-03-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 SALIMA: Jurnal Pendidikan Guru MI http://e-jurnal.staiattanwir.ac.id/index.php/jpgmi/article/view/53 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA MI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA 2021-03-19T14:57:51+00:00 Andina Halimsyah Rambe andinahalimsyahrambe@uinsu.ac.id <p><em>Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan model pembelajaran PAIKEM untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 35 subyek (13 laki-laki dan 22 perempuan). Hasil temuan menunjukkan bahwa keterampilan menulis siswa meningkat pada tiap tindakan.berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa model pembelajaran PAIKEM dengan media cerita animasi Youtube dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa MI pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.</em> <em>Hal itu terlihat bahwa setelah dilakukan tindakan, (1) keterampilan menulis siswa MI meningkat dari data awal nilai rata-rata keterampilan menulis siswa hanya 66,71 dengan ketuntasan klasikal 22,85% menjadi 76,29 pada siklus I dan 79,57 pada siklus II dengan ketuntasan klasikan mencapai 77,14%. (2) Peningkatan persentase rata-rata aktivitas guru pada siklus I sebesar 70,17% dengan kategori baik, pada siklus II meningkat menjadi 81,25% dengan kategori sangat baik. </em><em>(3) dampaknya </em><em>siswa semangat menulis dan merevisi setelah menyeleksi tulisan menggunakan ejaan bahasa indonesia dan lebih senang berlatih menulis meskipun tidak diperintah guru</em></p> 2021-03-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 SALIMA: Jurnal Pendidikan Guru MI http://e-jurnal.staiattanwir.ac.id/index.php/jpgmi/article/view/54 PENERAPAN PEMBERIAN REWARD DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III MADRASAH IBTIDAIYAH 2021-03-19T15:01:32+00:00 Nila dwi susanti niladwi0901@gmail.com <p>Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama’ Walisongo Sumuragung Sumberrejo Bojonegoro adalah salah satu lembaga yang berbasis Nahdlatul Ulama’ di kecamatan Sumberrejo. Ditemui beberapa masalah dalam pembelajaran tersebut khususnya dalam pembelajaran Matematika di Kelas III, yaitu peserta didik ketika dalam pembelajaran Matematika putus asa tidak ada semangat untuk belajar, ketika guru menjelaskan materi, peserta didik tidak kondusif dalam proses pembelajaran dan banyak yang mengatakan bahwa Matematika itu pelajaran yang sulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar Matematika siswa kelas III dengan penerapan pemberian reward di sekolah ini. Pemberian reward dalam pembelajaran harus dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Reward merupakan reinforcement yang bersifat positif, dimana guru memberikan pujian atau penghargaan kepada peserta didik saat berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas yang bersifat kualitatif dengan mengambil latar belakang MINU Walisongo Sumuragung Sumbrrejo Bojonegoro dan metode penelitian dan pengembangan (Research and Develoment). Hasil penelitian menunjukkan penerapan pemberian reward efektif digunakan pada pembelajaran Matematika khususnya siswa kelas III MINU Walisongo Sumuragung Sumberrejo Bojonegoro terbukti dari adanya peningkatan motivasi belajar siswa.</p> 2021-03-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 SALIMA: Jurnal Pendidikan Guru MI http://e-jurnal.staiattanwir.ac.id/index.php/jpgmi/article/view/55 PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS I-VI DI MI HIDAYATULLAH PRIGU KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG 2021-03-19T15:05:52+00:00 Megawati Mahalil Asna Megawatimahalil@gmail.com <p>Lembaga pendidikan mempunyai peran yang strategis dalam menentukan arah maju mundurnya kwalitas pendidikan. Sejalan dengan itu, lingkungan keluarga (orang tua) merupakan pusat pendidikan yang pertama dan utama bagi seorang anak. Pendidikan yang berlangsung di dalamnya adalah pendidikan informal, orang tua sebagai pendidik. Namun dalam kenyataannya, orang tua yang berpendidikan rendah ternyata berhasil untuk mendidik anaknya, sebaliknya ada jua orang tua dengan pendidikan tinggi ternyata kurang berhasil dalam mendidik anaknya.</p> <p>Dari paparan diatas maka yang menjadi permasalahan adalah bagaimana tingkat pendidikan orang tua, bagaimana prestasi belajar siswa kemudian apakah ada pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar siswa</p> <p>Untuk menjawab permasalah ini, peneliti melakukan penelitian dengan metode korelasi, sedangkan proses pengumpulan datanya dengan menggunakan observasi dang angket. Data yang diperoleh di analisa secara deskriptif dan data di olah menggunakan rumus <em>product moment.</em></p> <p>Dalam penelitian dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan orang tua yang tamat SD 38%, tamat SMP 25,3%, tamat SMA 30,8%, tamat perguruan tinggi&nbsp; 5,9%. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas orang tua siswa adalah berpendidikan sampai tamat SD</p> <p>Prestasi belajar yang di dapatkan dari siswa kelas I-IV di kualifikasikan baik. Hal ini terbukti dengan analisa prosentasi 100% siswa yaitu 33,4% dari 237 jumlah siswa mendapatkan nilai 76-84. Dan dapat di ketahui jg bahwa antara tingkat pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar siswa terdapat korelasi hal ini diketahui bahwa nilai r hitung yang diperoleh adalah 1,75 jika hasil tersebut di interprestasikan dengan menggunakan tabel nilai r <em>product moment </em>pada taraf signifikan 5% maka hipotesis diterima.</p> <p>Dari sini dapat disimpulkan bahwa orang tua yang memiliki tingkat pendidikan tinggi belom tentu seorang anak mendapatkan prestasi belajar yang sangat baik sebaliknya oang tua yang berpendidikan rendah seorang siswa mendapatkan prestasi belajar yang rendah. Karena semua itu tergantung bagaimana cra orang tua mendidik anaknya.</p> 2021-03-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 SALIMA: Jurnal Pendidikan Guru MI http://e-jurnal.staiattanwir.ac.id/index.php/jpgmi/article/view/56 PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SKI KELAS IV MI BAHRUL ULUM 1 BULU BALEN 2021-03-19T15:14:31+00:00 Ummi inayati ienayaazzaheen@gmail.com <p>Seorang guru memiliki peran penting dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu mengelola kelas menjadi kondusif dan menyenangkan. Tugas guru bukan hanya sebagai pendidik, pembimbing, dan pengajar namun guru juga sebagai motivator. Penggunaan media pembelajaran yang tepat diharapkan mampu mempengaruhi motivasi belajar siswa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan media audiovisual untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. &nbsp;Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui 2 siklus yang terdiri dari 4 tahapan yaitu, tahap perencanaa, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Adapun subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas IV MI Bahrul Ulum 1 Bulu Balen. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan angket. Penggunaan media audio visual kepada kelas IV MI Bahrul Ulum 1 Bulu Balen mata pelajaran SKI mengalami peningkatan sebanyak 17,5% dilihat dari siklus I menunjukan hasil sebesar&nbsp; 60% yang dikategorikan baik dan siklus II sebesar 77,5% yang dikategorikan sangat baik. Hasil analisis angket motivasi belajar siswa pelajaran SKI kelas IV MI Bahrul Ulum Bulu Balen mengalami peningkatan sebesar 10,2% diketahui dari hasil analisis angket motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 54,1% yang dikategorikan cukup dan siklus II sebesar 64,3% yang dikategorikan tinggi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audiovisual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa mata pelajaran SKI kelas IV MI Bahrul Ulum 1 Bulu Balen.</p> 2021-03-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 SALIMA: Jurnal Pendidikan Guru MI http://e-jurnal.staiattanwir.ac.id/index.php/jpgmi/article/view/57 REORIENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0 2021-03-19T15:18:28+00:00 Era mutiah eramutiah470@gmail.com <p>Kurikulum merupakah salah satu komponen penting yang ada dalam dunia pendidikan. Tanpa adanya kurikulum, guru akan mengalami kesulitan dan kesesatan, ketika menjalankan tugasnya dalam proses belajar mengajar. Kurikulum dalam proses pembelajaran merupakan pengarah dan petunjuk bagi pendidik dan setiap pendidik mempunyai kewajiban untuk memahami dan menguasai kurikulum, serta mengembangkannya, karena kurikulum merupakan suatu sistem yang paling penting dalam konteks pendidikan terlebih dalam pendidikan agama Islam. Dengan memahami dan menguasai kurikulum, para guru dapat memilih dan menentukan arah dan tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, Teknik pembelajaran, media pembelajaran, dan alat evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan digunakan untuk belajar mengajar. Dalam mencapai tujuan proses pembelajaran yang baik, terlebih dalam menghadapi dan menjawab tantangan dinamika perubahan sosial pada saat ini, pengembangan kurikulum tidak hanya menjadi tugas pemerintah dan pemangku jabatan tertinggi di lembaga pendidikan Islam, guru juga diharapkan dapat memainkan peranannya dalam mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan Islam, terlebih di era revolusi industry 4.0.</p> 2021-03-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 SALIMA: Jurnal Pendidikan Guru MI